
fresh
Selasa, 07 Februari 2012
vaksin

Vaksin dihasilkan dari kuman (atau bagian dari tubuh kuman) yang menyebabkan penyakit. Sebagai contoh vaksin campak dihasilkan dari virus campak, vaksin polio dihasilkan dari virus polio, vaksin cacar dihasilkan dari virus cacar, dll. Perbedaanya terletak pada cara pembuatan vaksin tersebut.
Terdapat 2 jenis vaksin, hidup dan mati. Untuk membuat vaksin hidup, virus hidup dilemahkan dengan melepaskan virus kedalam tisu organ dan darah binatang (seperti ginjal monyet dan anjing, embrio anak ayam, protein telur ayam dan bebek, serum janin sapi, otak kelinci, darah babi atau kuda dan nanah cacar sapi) beberapa kali (dengan proses bertahap) hingga kurang lebih 50 kali untuk mengurangi potensinya. Sebagai contoh virus campak dilepaskan kedalam embrio anak ayam, virus polio menggunakan ginjal monyet, dan virus Rubela menggunakan sel-sel diploid manusia (bagian tubuh janin yang digugurkan). Sedangkan vaksin yang mati dilemahkan dengan pemanasan, radiasi atau reaksi kimia.
Kuman yang lemah ini kemudian dikuatkan dengan Adjuvan (perangsang anti bodi) dan stabilisator (sebagai pengawet untuk mempertahankan khasiat vaksin selama disimpan). Hal ini dilakukan dengan menambah obat, antibiotik dan bahan kimia beracun kedalam campuran tersebut seperti: neomycin, streptomycin, natrium klorida, natrium hidroksida, alumunium hidroksida, alumunium fospat, sorbitol, gelatin hasil hidrolisis, formaldehid, formalin, monosodium glutamat, pewarna merah fenol, fenoksietanol (anti beku), kalium difospat, hidrolysate kasein pankreas babi, sorbitol dan thimerosal (raksa). (Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS juga menurut Psiciana’s Desk Reference).
Campuran virus atau bakteri, bahan kimia beracun dan bagian tubuh binatang yang berpenyakit inilah yang disuntikan kedalam tubuh anak atau orang dewasa ketika mendapatkan vaksinasi. Menurut CDC AS, bahan tambahan dicampurkan ke dalam vaksin untuk meningkatkan reaksi imun, mencegah pencemaran mikroba dan memperkuat formula vaksin, serta untuk memastikan vaksin tersebut stabil, bebas kuman dan aman. Namun benarkah anggapan ini?
Selasa, 24 Januari 2012
setulus kasih untuk sahabat
Setulus kasih yang dapat ku berikan untukmu, tak pernah mengharapkan imbalan darimu, karena kau begitu berharga sobat,, mungkin kau tak tahu dan tak mangerti akan arti kasih yang ku berikan hanya untukmu. Mungkin aku memang bukan yang terbaik untukmu, tapi aku berharap kau mengrti dan paham akan perasanku ini. Begitu banyak cobaan menerpa persahabatan kita, dan kita selalu bisa menghadapi semuanya dengan tuls ikhlas dan selalu optimis dlam melakukan sesuatu hal yang benar. Tapi kini kau telah berubah, sejak itu aku tak melihat seberkas senyum yang kau lemparkan untukku lagi. aku bingun dengan semua ini, kau buat hatiku bertanya-tanya "sebenarnya apa salahku padamu?"
Keadaan ini membuatku jadi frustasi karena semua sikapmu yang telah berubah sangat drastis kepadaku. Andai kau thu aku rindu dengan sikap, senyum, dan perhatian yang kini telah hilang. Sobat,, jika aku punya salah padamu tolong sampaikan dan tegurlah aku, agar aku tahu apa salahku padamu hingga membuatmu berubah. Jangan kau terus-menerus acuhkan aku, tak tahukah kau betapa sakit hati ini,? Semoga kau tahu akan rintihan hati ini ketika kau berubah tak seperti yang dulu.
Langganan:
Postingan (Atom)